The Act of killing, Dokumenter Prespektif Esekutor kasus'65

Anwar Congo, mempratekan bagamana cara membunuh pristiwa 65-66
















The Act of killing menceritakan tentang seorang “algojo” 1965 bernama Anwar Congo, yang menceritakan dengan bangga pengalamannya bersama beberapa kawannya “mengesekusi” orang orang yang diangap sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) di wilayah medan. Film ini memperlihatkan keterlibatan Oraganisasi pramiliter, Pemuda Pancasila dalam pembantaian PKI.
Sebuah pengakuan yang mengejutkan dari seorang bernama Anwar Congo, ia mengaku terang-terangan telah melakukan pembunuhan terhadap ribuan anggota dan organisasi sayap PKI dalam kurun waktu 1965-1966.
Anwar merupakan sesepuh dalam organisasi massa Pemuda Pancasila (PP) di Provinsi Sumatera Utara. PP menjadi salah satu organisasi yang dilibatkan dalam pemberantasan PKI. Perlu diketahui, pemberantasan PKI yang dipimpin Letjen Soeharto dilakukan setelah terjadinya Gerakan 30 September pada 30 September 1965.
Film yang berdurasi 140 menit ini, menampilan cerita anwar dan kawan kawannya bagaimana mereka merasa sangat “berjasa” menumpas komunis di Indonesia. Anwar tanpa penyesalan menceritakan sekalisgus mempraktekan bagaimana cara dia membunuh, menginterogasi bahkan metode yang paling efesien menghilangkan nyawa orang orang yang diduga anggota PKI.
Selain kesakasian Anwar Congo, dalam film ini juga menampilkn tokoh lain yang juga terlibat dalam pembantain 65 tersebut. Salah satunya Ibrahim Slnik, pemilik harian Medan Pos, yang kantornya digunakan sebagai tempat menginterogasi untuk keperluan berita. “diusahakan”agar memancing kebencian masyarakat terhadap PKI saat itu.
Dialog TVRI Medan
Tawa lebar menghias bibir seorang lelaki berjas hitam dipadu kemeja putih dengan topi koboi berlambang sherif di kepalanya. Seorang presenter televisi lantas memperkenalkan nama laki-laki itu. “Pak Anwar Congo.” Tepuk tangan sontakmenggema. Sekelompok orang yang berseragam oranye loreng hitam yang duduk di deretan penonton tampak gembira dengan kehadiran Anwar di stasiun TV itu. Dari mereka inilah, tepuk tangan berasal. “Anwar Congo bersama rekan-rekannya menemukan sistem baru yang lebih efisien dalam menumpas komunis. Yaitu sebuah sistem yang manusiawi, kurang sadis, dan juga tidak menggunakan kekerasan berlebihan. Tapi ada juga langsung disikat habis saja ya,” kata presenter perempuan itu lagi.
Cara Membunuh
Anwar Congo bercelana putih, mengenakan batik hijau dan bersepatu putih memasuki sebuah tokoh lalu menaiki tangga bersama seorang rekannya. Dibagian atas bagunan itu Anwar menjelaskan bahwa ditempat itu tahun 65 silam banyak yang mati dibunuh. “disini banyak yang mati tidak wajar. Datang ke sini sehat sampai disni di pukulin, mati. Iya toh, dibuang. Diseret seret.” kata Anwar dalam film tersebut sambil mempratekan korban datang dan mendapat pukulan.
Selanjutnya Anwar, menunjukan bagaiaman menghabisi orang orang yang diangap PKI dengan meikat sebuah kawat pada sebuah pipa besi, lalu melilitkan kawat tersebut pada leher temannya lalu menarik kawat tersebut. “beginilah caranya supaya darah itu tidak keluar” kata Anwar. Menurutnya cara membunuh dengan mencerat kawat pada leher korbannya untuk mengatasi banyaknya darah yang mengalir ditempat esekusi tersebut.
Anwar mengaku melakukan pemunuhan tersebut dengan perasaan gembira, ada music, alcohol, marijuana, ekstasi dan sambil bergoyang caca. Depan kamera Anwar bergoyang caca dengan gembira.
Pidato Yusuf Kalla
Film ini juga menampilkan Yusuf Kalla. Saat itu Kalla menghadiri acara pemuda pancasila saat menjabat  wakil Presiden. Dalam sambutannya Kalla mengatakan Freeman (preman) dibutuhkan bangsa Indonesia dalam pembangunan. “preman itu artinya adalah oang yang bekerja di luar, bukan pemerintah. Berasal dari kata freeman, karena itu freman dibutuhkan bangsa ini, untuk membangun bangsa ini. Kita butuh preman yang berani mengambil resiko untuk berdagang. Kita gunakan otot kita, otot kita bukan untuk berkelahi, tapi bukan berarti berkelahi bukan sebuah hal yang tidak perlu” kata Kalla yang disambut tepukan tangan dan teriakan.

silakan toton filmnya di https://www.youtube.com/watch?v=f36OB_J4JCg

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More