Mengenal Pulau Komodo
Bagi Anda yang mau mengetahui dan ingin mengenal potensi wisata,agen wisata dan mau berwisata ke Pulau Komodo,ikuti terus perkembangan blog ini yang akan menginformasikan tentang Pulau Komodo.
Info Wisata Menarik
Info Jalan-jalan ke Pulau Komodo,labuan Tajo dan wilayah Nusa Tenggara lainnya akan kami sajikan informasinya disini,ikuti informasinya di web ini.
Ragam Budaya
Informasi Ragam Budaya dari berbagai daerah tersaji secara lengkap disini.Panduan Anda bagi Anda yang ingin mengenal keaneka ragaman budaya di Indonesia dan dunia Ada disini.
Galeri
Disini Anda akan mendapatkan berbagai koleksi foto,video dan berbagai macam kenangan perjalanan hidup sang penulis dan berbagai koleksi foto lain yang berhasil dikumpulkan tim redaksi ada disini.
Info Labuan Tajo
Disini informasi khusus bagi Anda warga Labuan Tajo,para pecinta dan yang mau berwisata ke Labuan Tajo yang ingin tahu dan lebih mengenal Labuan Tajo Yang sudah mendunia.
Wilfrida Soik Berpeluang Bebas dari Hukuman Mati
”Kompas” Datang, Air Mengucur…
The New York Times Sorot Blusukan Jokowi
Jokowi kembali membuat media terkemuka The New York Times mengirim jurnalis dan menuliskan kiprahnya. Kali ini, soal kebiasaan blusukan. Aktivitas Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Joko Widodo ini disebut tak pernah dilakukan oleh elite politik sebelumnya.
Seperti dibeberkan New York Times, Rabu 25 September, Jokowi tak sungkan menyambangi warganya. Tak pernah risih dikerumuni. Ia pun tak merasa jijik berkelana memasuki kawasan kumuh, pasar tradisional, dan lingkungan lain.
Begitu pula saat wanita dan pria di jalanan mencoba untuk menyentuhnya. Ia selalu terbuka saat anak-anak muda mencium tangannya sebagai ungkapan rasa rasa hormat.
Jokowi menyambangi warganya untuk mengetahui apakah programnya berjalan atau tidak.
Dengan rendah hati, kata Jokowi, orang-orang yang ia temui sebenarnya tidak begitu bersemangat melihat kedatangannya. "Mereka hanya terkejut melihat pemimpin Indonesia keluar dari kantornya," ujar Jokowi seperti dikutip New York Times.
"Orang-orang mengatakan 'demokrasi jalanan' karena saya mendatangi mereka. Aku menjelaskan program. Mereka juga bisa menyampaikan ide," kata Jokowi.
Gubernur berperawakan kurus itu juga rajin turun ke jajaran di bawahnya membenahi para birokrat yang terkenal tidak efisien.
Dalam artikel sepanjang 18 paragraf juga disinggung sejumlah prestasi Jokowi. Misalnya, memindahkan PKL dari jalan-jalan sekitar Tanah Abang, pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas. Lalu, memberi mereka tempat di Blok G.
New York Times mencatat, pamor politik Jokowi kian mencorong dalam berbagai survei calon presiden. Jokowi selalu berada di peringkat teratas, dengan Prabowo Subianto berada di urutan kedua tapi dengan selisih hampir 2 kali lipat.
Ini bukan kali pertama New York Times menulis soal Jokowi. Saat Jokowi mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta, New York Times menurunkan artikel berjudul "Outsider Breathing New Ideas Into Jakarta Election" pada September 2012.
Media itu menulis, "Di negara dengan politisi sering kali berasal dari elite yang terkait atau memiliki hubungan dengan mendiang Presiden Soeharto dan militer, Joko, dikenal dengan julukan Jokowi, muncul mewakili generasi baru politisi."
http://www.nytimes.com/2013/09/26/world/asia/in-indonesia-a-governor-at-home-on-the-streets.html?hp
Perjalanan perizinan Gereja St. Bernadette, Tangerang
Berusaha patuh pada pemerintah, Paroki St. Bernadette memindah ibadahnya dari Sekolah Sang Timur di Karangtengah, Ciledug, Tangerang (2004) karena ditolak kelompok intoleran. Mereka mendapat izin mendirikan bangunan di Bintaro, tetapi hari Mingggu massa mengatasnamakan warga, menyegel Gereja Katolik Paroki St. Bernadette. ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) melalui Koordinator Bidang Informasi, Komunikasi, dan Penelitian, Ahmad Nurcholish mengatakan, “Mempercayai pemerintah sia-sia. Mereka tunduk pada mayoritas, bukan tunduk pada hukum.”
Kompromi, mendapat IMB, tetapi tetap ditolak di Bintaro
Jemaat Paroki St. Bernadette berkompromi. Dalam pertemuan dengan tim dari kementerian agama pada 29 Oktober 2004, disepakati jemaat Paroki St. Bernadette mencari lahan baru. Dalam pernyataannya, Menteri Agama waktu itu, Muhammad M. Basyuni menegaskan persoalan kasus warga perumahan Karang Tengah Ciledug, Tangerang Banten dengan Yayasan Pendidikan Karya (YPK) Sang Timur telah selesai dan tuntas. Murid-murid di sana sudah dapat belajar kembali. “Ini bukan persoalan agama. Jadi itu hanya masalah kesalahpahaman.”
Partai Islam dan Demokrasi
Si Kumis dan Posisi Dubes di Jerman
Kisah pekerja Anak dibawah umur asal Borong-terdampar di Jakarta
Langgar UUD 1945, Tunda Pemilihan Hakim Agung di Komisi III
Pendidikan Anak-anak TKI
Peran Negara Makin Tak Terasa
Ayo, Ke Pulau Sabolon
Di daerah Labuan Bajo, ada banyak sekali pulau-pulau kecil yang sebagian besar belum ditempati, dengan pasir putih yang indah, di dalamnya ada terumbu karang yang cantik yang menjadi perhatian wisatawan dunia. Salah satu yang terbaik adalah Pulau Sabolon.
Di Manggarai Barat ada Pulau Kalong
Sejenak Menikmati Kecantikan Pulau Kanawa
Anu Beta Tubat: Pelajaran Dari Maybrat






























