Mengenal Pulau Komodo

Bagi Anda yang mau mengetahui dan ingin mengenal potensi wisata,agen wisata dan mau berwisata ke Pulau Komodo,ikuti terus perkembangan blog ini yang akan menginformasikan tentang Pulau Komodo.

Info Wisata Menarik

Info Jalan-jalan ke Pulau Komodo,labuan Tajo dan wilayah Nusa Tenggara lainnya akan kami sajikan informasinya disini,ikuti informasinya di web ini.

Ragam Budaya

Informasi Ragam Budaya dari berbagai daerah tersaji secara lengkap disini.Panduan Anda bagi Anda yang ingin mengenal keaneka ragaman budaya di Indonesia dan dunia Ada disini.

Galeri

Disini Anda akan mendapatkan berbagai koleksi foto,video dan berbagai macam kenangan perjalanan hidup sang penulis dan berbagai koleksi foto lain yang berhasil dikumpulkan tim redaksi ada disini.

Info Labuan Tajo

Disini informasi khusus bagi Anda warga Labuan Tajo,para pecinta dan yang mau berwisata ke Labuan Tajo yang ingin tahu dan lebih mengenal Labuan Tajo Yang sudah mendunia.

IPEC 2014 : Memutus Mata Rantai Kemiskinan

Belajar dari Kearifan Lokal Bali

Indonesia Poverty and Empowerment Conference 2014 (IPEC) atau Konferensi Kemiskinan dan Pemberdayaan Indonesia, akan digelar di Bali pada Jumat, 31 Oktober – Senin, 3 November 2014 mendatang. Event internasional yang mensinergikan berbagai stakeholders dari seluruh Indonesia dan juga mengajak berbagai kalangan dari berbagai negara ini, sebelumnya dikenal sebagai kegiatan tahunan berskala nasional bertajuk Temu Nasional Penanggulangan Kemiskinan yang diprakarsai Sinergi Indonesia sejak 2012. Mulai tahun ini, Temu Nasional diperluas cakupannya menjadi berskala internasional, berganti nama menjadi IPEC, untuk memungkinkan proses saling belajar berkembang lintas negara. Hal ini mengingat problema kemiskinan sesungguhnya adalah fenomena global dan makin perlu kolaborasi dan interaksi lebih luas, dari mulai tingkat lokal, nasional, regional hingga global.

“Memutus Mata Rantai Kemiskinan dengan Belajar dari Kearifan Lokal Bali” menjadi tema IPEC 2014 dengan sub-tema “Menelaah Pelaksanaan Sinergi Multi Pihak untuk Dampak Berkelanjutan”. Dari Desa Munduk, Singaraja, Bali kita akan melihat lebih jauh bagaimana praktik memutus mata rantai kemiskinan itu dilakukan melalui sinergi berbagai sektor secara holistik, bagaimana peran pemimpin lokal sebagai pihak yang memungkinkan sinergi berbagai pihak terjadi, bagaimana social entrepreneurship atau kewirausahaan sosial menjadi dasar pemikiran dari pengembangan keberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Pelaksanaan IPEC 2014 ini agak berbeda dari 2 Temu Nasional Penanggulangan Kemiskinan sebelumnya antara lain IPEC 2014 akan berlangsung lebih lama yakni 3 malam dan 4 hari dengan lokasi kegiatan tidak terfokus pada 1 tempat, tetapi juga mengunjungi lokasi yang berbeda yaitu: Desa Pejeng, Sanur, Pantai Pemuteran, dan Desa Umabian.

Ke empat lokasi tersebut dipilih karena terdapat contoh hasil nyata yang sangat mampu memperkaya referensi kita tentang bagaimana dengan cara yang agak berbeda dapat membuahkan hasil berupa peningkatan keberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan. Ke empat lokasi tersebut menjadi tujuan field workshop dari kelompok-kelompok Breakout peserta IPEC 2014. Desa Pejeng akan menjadi referensi belajar bagi peserta yang memilih Kelompok Perdesaan, Pantai Pemuteran untuk Kelompok Pesisir, Sanur untuk Kelompok Perkotaan, dan Desa Umabian untuk Kelompok Social Entrepreneurship. Sementara kelompok breakout yang baru ada tahun ini yaitu Kelompok Internasional yang berisi para peserta dari negara-negara lain, dapat memilih di antara ke empat fokus breakout yang lain.

IPEC 2014 memiliki tujuan utama menjadi wadah dimana setiap elemen masyarakat yang berbeda-beda namun memiliki tujuan yang sama yaitu melaksanakan peningkatan keberdayaan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan secara berkelanjutan, dapat saling bertemu, terkoneksi satu dengan yang lain, sehingga dapat tumbuh subur kolaborasi yang saling menguatkan antara berbagai sektor dan aktor pemberdayaan masyarakat. Hanya bila kesadaran untuk saling menguatkan antara sektor yang berbeda-beda tumbuh dengan subur dan merata, maka kita dapat berharap setiap upaya, kecil ataupun besar skalanya, dapat menjadi rantai penguat dari sebuah dampak masif dan berkelanjutan yang sama-sama kita inginkan.

Sinergi Indonesia mengundang setiap pelaku dan yang memberi kepedulian pada penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat, untuk bersama-sama terlibat aktif dalam IPEC 2014. Sampai bertemu di Bali!


Terkait


Ketika Pertamina Kehilangan Rasa Peduli

Jalanan ini menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu. Ratusan siswa dari beberapa sekolah seperti SMP Negeri 1 Kroya, dan SMA Negeri 1 Kroya Kabupaten Indramayu melalui jalanan ini. Begitu juga dengan masyarakat umum banyak yang menggunakan jalan ini, termasuk kendaraan berat milik Pertamina.

Tapi anehnya jalan utama yang menghubungkan kecamatan Gabuswetan, Kroya dan Gantar selama bertahun-tahun yang kondisinya rusak parah ini belum juga diperbaiki. Padahal jalanan ini sering digunakan kendaraan Pertamina yang mengecek kondisi kilang minyak di daerah Kroya Kabupaten Indramayu.

Bila hujan tiba kondisi jalan ini seperti kubangan lumpur besar yang bisa membahayakan keselamatan pengendara baik sepeda motor maupun mobil. Bahkan sering terjadi kecelakaan karena banyak pengendara jalan yang berebut jalan yang rata.

Pertamina sebagai badan usaha milik negara yang notabenenya mengeruk kekayaan alam Indramayu ini, bahkan Indramayu bisa dibilang sebagai salah satu kabupaten penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia, sepertinya tidak peduli dengan kondisi jalan yang ada di sekitar pengeboran minyaknya. Begitu juga dengan pemerintah setempat dalam hal ini bina marga belum menyentuh jalan ini yang kondisinya rusak parah ini.

Akibat dari kondisi jalan yang rusak seperti ini, banyak pelajar yang sedang mengikuti Ujian Nasional terlambat karena harus hati-hati saat mengendarai sepeda, sepeda motor, atau naik angkutan pedesaan karena kondisi jalannya berlubang, apalagi setelah diguyur hujan maka jalanan seperti kubangan kerbau.

Begitu pula dengan guru atau pengawas yang ditugaskan untuk mengawas Ujian Nasional. Ada beberapa yang harus datang lebih pagi karena sudah tahu kondisi jalanan yang rusak parah. Ini sungguh sebuah ironi dimana kabupaten Indramayu ini kaya akan minyak bumi, tetapi jalan yang rusak parah bahkan dihadapan perusahaan minyak buminya sendiri pun tutup mata tutup telinga.

Dimana CSR (Corporate Social Responsibility) Pertamina yang katanya peduli dengan masyarakat sekitar. Jangankan memberi bantuan kepada rakyat yang tidak mampu, jalanan yang setiap hari digunakan untuk masyarakat umum dan karyawannya saja dibiarkan seperti kubangan kerbau.



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More